Rabu, 19 September 2012

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “K” DENGAN IBU RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN



ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK “K”
DENGAN IBU RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DI BTN KEKALIK
MATARAM

I.                   IDENTITAS UMUM KELUARGA
a.      Identitas Kepala Keluarga
Nama                   : Bapak “K”                    Pendidikan    : SD
Umur                   : 27 tahun                        Pekerjaan       : Petani
            Agama                 : Islam                             No.Telepon   : -
Suku                    : Sasak                             Alamat          : BTN kekalik
                                                                                            Jalan Musi II,
                                                                                            Mataram

b.      Komposisi Keluarga
No
Nama
L/P
Hub
Umur
Pekerjaan

Ket.
BCG
Polio
DPT
HB
Campak
1
2
3
4
1
2
3
1
2
3
1.
2.
3.

4.
5. 
RW
KK
LS

LA
SJ

L
L
P

L
P
Mertua
KK
Istri

Anak
Anak
60 thn
27 thn
25 thn

3 thn
1 thn
-
SD
SD

-
-
















































Hidup
Hidup
Ibu hamil
Hidup
Hidup   











c.       Genogram

Keterangan :
                : laki-laki


 
                : laki-laki sudah meninggal

                : perempuan


 
                : perempuan sudah meninggal


 
                : ibu hamil


 
                : identifikasi keluarga


 
                : tinggal dalam satu rumah
                      
                    



d.      Tipe Keluarga
              Keluarga bapak “K” merupakan tipe keluarga besar yang anggota keluarganya terdiri dari kakek, suami, istri dan 2 orang anak kandung.

e.       Suku Bangsa
              Bapak “K” mengatakan keluarganya adalah asli suku Sasak yang berkebangsaan Indonesia serta tidak ada kebudayaan yang bertentangan dengan kesehatan.

f.       Agama
              Bapak “K” mengatakan seluruh anggota keluarganya beragama Islam dan tidak menganut aliran atau kepercayaan lain yang bertentangan dengan kesehatan, keluarga biasa mengikuti kegiatan keagamaan seperti sholat 5 waktu ataupun pada hari-hari besar agama Islam.

g.      Status Sosial Ekonomi Keluarga
1.      Anggota keluarga yang mencari nafkah: Menurut Bapak “K” sumber penghasilan keluarga berasal dari Bapak “K” dan Ibu “L”, dimana Bapak “K” bekerja sebagai petani,
2.      Penghasilan : berkisar antara ± Rp. 30.000,- sehari kalau sedang panen di sawah. Dan ibu “LS” sebagai penjahit, dimana penghasilan ibu berkisar antara ± Rp. 30.000,- sehari kalau ada permintaan. Dan penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
3.      Upaya lain ; -
4.      Harta benda yang dimiliki:
5.      Kebutuhan yang dikeluarkan tipa bulan



h.      Aktivitas Rekreasi Keluarga
              Bapak “K” mengatakan tidak pernah berekreasi dan keluarga tidak pernah pergi ke tempat hiburan atau ke tempat rekreasi, keluarga biasanya kumpul pada sore hari dan malam hari sambil menonton TV.

II.                RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
a.      Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
            Keluarga bapak “K” berada pada tahap perkembangan keluarga prasekolah, ini ditandai oleh anak bapak “K” yang pertama berusia 3 tahun, belum sekolah.

b.      Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
            Keluarga Bapak “K” saat ini sudah memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangan keluarga saat ini.

c.       Riwayat Keluarga Inti
            Bapak “K” mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit keturunan ataupun penyakit menular seperti kencing manis, TBC, jantung, hepatitis, hipertensi. Apabila anggota keluarga sakit, keluarga biasanya berobat ke bidan desa atau puskesmas. Anak sudah mendapatkan imunisasi lengkap.

d.      Riwayat Keluarga Sebelumnya
            Bapak “K” mengatakan, keluarga bapak “K” ataupun ibu “L” tidak mempunyai riwayat penyakit yang berbahaya seperti kencing manis, TBC, Jantung, hipertensi, hepatitis. Tetapi ibu L pernah mengalami persalinan secara SC (seccio cesarean) pada anak yang ke-2 (anak S)





III.             PENGKAJIAN LINGKUNGAN
a.      Karakteristik Rumah
1.         Luas rumah  : luas rumah + 2 are
2.      Type rumah       : permanen
3.      Kepemilikan      : milik sendiri,
4.      Jumlah dan ratio kamar/ruangan : terdapat 3 kamar tidur, 1 dapur, 1 ruang keluarga, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan mempunyai 1 kamar tidur untuk bapak “RW”.
5.      Ventilasi/jendela : tiap ruangan dimanfaatkan setiap hari, sehingga cahaya  dapat masuk ke ruangan pada siang hari
6.      Pemanfaatan ruangan : dimanfaatkan
7.      Septic tank : ada 5 meter dari rumah
8.      Sumber air minum : air PDAM desa.
9.      Kamar mandi/WC : rumah mempunyai kamar mandi dan WC.
10.  Sampah             : dibuang di kebun belakang rumah
11.  Kebersihan lingkungan : Kondisi rumah secara keseruhan cukup bersih
12.  Denah rumah     :
1
 
2
 
5
 
4
 
3
 
6
 
                  

Keterangan :
1        : Rang tamu
2        : Dapur
3        : Kmar tidur bapak “RW”
4        : Kmar tidur bapak KK dan ibu LS
5        : Kmar tidur LA dan SJ
6        : WC
b.      Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
                          i.      Kebiasaan : dalam melakukan suatu kegiatan dilakukan dengan gotong royong
                        ii.      Aturan/kesepakatan : hubungan seluruh anggota keluarga dengan masyarakat lainnya cukup harmonis
                      iii.      Budaya      : tidak ada budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.

c.       Mobilitas Geografi Keluarga
            Bapak “K” mengatakan bahwa keluarga tidak mempunyai kebiasaan berpindah tempat karena keluarga memiliki rumah tetap.

d.      Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
            Bapak “K” mengatakan sering berkumpul dan berinteraksi pada malam hari setelah makan malam sambil menonton TV. Dan pada sore hari keluarga jarang berkumpul karena bekerja. Dalam keluarga tidak ada mengalami masalah serta konflik dalam berinteraksi.

e.       Sitem Pendukung Keluarga
            Bapak “K” mengatakan seluruh anggota keluarga dalam keadaan sehat, istri bapak “K” sedang hamil. Fasilitas kesehatan yang ada di wilayahnya berupa Posyandu dimana Posyandu biasanya diadakan di Puskesmas.

IV.             STRUKTUR KELUARGA
e.       Pola komunikasi Keluarga
              Bapak “K” mengatakan bahwa anggota keluarga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Saasak. Komunikasi berlangsung dengan baik dan keluarga menyelesaikan masalah dengan membicarakan terlebih dahulu dengan angota keluarga dan pengambilan keputusan oleh kepala keluarga yang sudah dimusyawarahkan sebelumnya.

f.       Struktur Kekuatan Keluarga
              Bapak “K” mengatakan apabila ada masalah maka akan dirundingkan dengan sang istri.

g.      Struktur Peran
              Bapak “K” mempunyai peran dalam rumah tangga sebagai pencari nafkah dan ikut membantu mengasuh anak, ibu “L” sebagai ibu rumah tangga, mengasuh anak dan juga ikut mencari nafkah serta sebagai anggota masyarakat.

h.      Nilai dan Norma Keluarga
              Keluarga mengatakan tidak ada adat istiadat/tradisi tertentu yang memiliki serta dipercayai, keluarga mengikuti adat secara umum di desanya baik dalam upacara agama dan kedinasan yang berlaku serta tidak ada kepercayaan yang bertentangan dengan kesehatan.

V.                FUNGSI KELUARGA
a.      Fungsi Afektif
            Setiap anggota keluarga menghargai dirinya sendiri dan mereka saling membutuhkan satu sama lain, serta saling memberikan dukungan satu sama lain. Setiap anggota keluarga selalu membina kehangatan dalam rumah tangganya dan setiap malam selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan anggota keluarga.

b.      Fungsi Sosialisasi
1.      Kerukunan hidup : Keluarga sangat rukun
2.      Interaksi dan hubungan dalam keluarga : Bapak “K” mengatakan bahwa hubungan semua anggota keluarga baik,
3.      Anggota keluarga yang dominant mengambil keputusan : Bapak “K”
4.      Kegiatan keluarga waktu senggang : menonton TV
5.      partisipasi dalam kegiatan sosial : mengikuti kegiatan-kegiatan adat di desa dan ikut gotong royong membersihkan lingkungan

c.       Fungsi Perawatan Kesehatan
1.      Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah kesehatn keluarganya : Keluarga mengatakan mengerti  tentang masalah yang dihadapi. Tetapi ibu “L” sedang hamil dengan jarak antara anak terakhir dengan kehamilan sekarang 1 tahun.
2.      Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat.: Keluarga mengatakan setiap masalah kesehatan yang ada masih belum mampu ditangani dengan segera dan apabila ada salah satu dari anggota keluarga yang sakit keluarga memutuskan untuk membawa ke pelayanan kesehatan seperti bidan atau puskesmas kalau tidak bisa ditangani dirumah.
3.      Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit ; Keluarga mengatakan selama ini sudah cukup mampu merawat anggota keluarga yang sakit dengan membuatkan jamu kalau ada salah satu anggota keluarganya yang sakit. Kalau tidak berhasil baru kemudian  mengajak berobat ke bidan atau puskesmas.
4.      Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat : Keluarga mengatakan jika salah satu dari anggota keluarga yang sakit selalu dibawa ke fasilitas kesehatan, yang dapat dijangkau oleh keluarga seperti bidan desa atau puskesmas.Ibu L memeriksa kehamilan



d.      Fungsi Reproduksi
1.      Perencanaan jumlah anak : 4 anak yaitu dua orang anak yaitu perempuan yang terdiri dari anak pertama berumur 3 tahun dan anak kedua berumur 1 tahun. Ibu “L”
2.      Akseptor : ya, ibu “L” menggunakan KB pil setelah anaknya lahir
3.      Keterangan lain : ibu sering lupa minum pil apalagi kalau sedang sibuk menerima pesanan jahitan.

e.       Fungsi Ekonomi
1.      Upaya pemenuhan sandang pangan : Bapak “K” mengatakan dari penghasilan setiap bulan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan.
2.      Pemanfaatan sumber di masyarakt : Keluarga bapak “K” memiliki tabungan atau simpanan uang tapi kadang-kadang simpanan tersebut bisa habis digunakan untuk keperluan mendadak seperti : apabila ada anggota keluarga yang sakit jadi diperlukan biaya untuk membawanya ke pelayanan kesehatan. Dimana bapak “K” bekerja sebagai petani disawah kalau sedang panen dan bapak “K” bekerja sebagai buruh bangunan kalau tidak sedang panen disawah.

VI.             STRES DAN KOPING KELUARGA
a.      Stressor Jangka Pendek dan Panjang
            Bapak “K” mengatakan bahwa keluarganya tidak pernah menghadapi masalah yang berkepanjangan, sehingga membuat keluarganya menjadi khawatir, bingung dan cemas. Bila ada masalah keluarga, mereka selalu menyelesaikan secara kekeluargaan.

b.      Resppon Keluarga Terhadap Stressor
            Bapak “K” mengatakan bila ada masalah dalam keluarga, maka segera dibicarakan dengan anggota keluarga untuk mencari pemecahan masalah.
c.       Strategi Koping
            Bapak “K” mengatakan bahwa keluarga tidak pernah melakukan hal-hal yang menyimpang dalam menghadapi segala masalah yang ada seperti menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan dengan bersama-sama dan selalu menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

d.      Strategi Adaptasi Disfungsional
            Bapak “K” mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menggunakan cara-cara diluar cara umum seperti kekerasan dalam menghadapi masalahnya.

VII.          KEADAAN GIZI KELUARGA
v  Pemenuhan Gizi : kebutuhan makan sehari-hari dan keluarga hanya mampu menyajikan makanan seadanya seperti : nasi putih, sayur-sayuran, tahu, tempe, telor, ikan laut, kadang-kadang daging
v  Upaya lain : -

VIII.       HARAPAN KELUARGA
a.       Terhadap masalah kesehatannya : Keluarga berharap apabila mengalami gangguan kesehatnnya semoga cepat sembuh
b.      Terhadap petugas kesehatannya: Keluarga mengatakan senang bila ada petugas kesehatan yang melakukan kunjungan rumah, keluarga sangat berharap masalah yang berhubungan dengan kesehatan yang dialami keluarga dapat teratasi dengan diberikannya informasi yang dibutuhkan oleh keluarganya serta keluarga juga berharap agar ibu “L” bisa melahirkan dengan selamat.





IX.             PEMERIKSAAN FISIK
No
Variabel
Nama Anggota Keluarga
Tn. “R”
Tn.”K”
Ny. “L”
An.
An.
1.
Riwayat penyakit saat ini
Sehat
Sehat
Ibu hamil resiko tinggi
Sehat
Sehat
2.
Keluhan yang diraasakan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
3
Tanda & gejala
Tidak ada tanda & gejala yang membuat Tn.R sakit
Tidak ada tanda & gejala yang membuat Tn.K sakit
konjungtiva pucat, sklera putih.
Tidak ada tanda & gejala yang membuat An.L sakit
Tidak ada tanda & gejala yang membuat An.S sakit
4
Riwayat Peny. Sebelumnya
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
5
Tanda-tanda vital
baik, TTV : TD: 140/90 mmHg, N: 72x/menit, R:20x/menit, S: 36,5ºc, BB: 65kg. 
TD: 120/70 mmHg, N : 80x/menit, R: 20x/menit, S: 36,5ºc, BB : 64 kg.

TTV : TD: 100/70 mmHg, N : 80x/menit, R: 18x/menit, S: 36,5º c, BB : 60 kg, LILA: 25 cm TB : 160 cm.

36,2ºC, BB: 14 kg, TB : 80 cm.
S: 36,5ºc, BB: 8 kg, BB seharusnya : 9 kg, BB lahir 3000 gram, TB : 70 cm.
6
Sis.Kardiovaskular
Suara jantung normal, tidak ada bunyi tambahan
Suara jantung normal, tidak ada bunyi tambahan
Suara jantung normal, tidak ada bunyi tambahan
Suara jantung normal, tidak ada bunyi tambahan
Suara jantung normal, tidak ada bunyi tambahan
7
Sis.Respirasi
Normal
Normal
Normal
Normal
Normal
8
Sis.Gastro intestinal
Bising usus normal
Bising usus normal
Bising usus normal
Bising usus normal
Bising usus normal
9
Sis.Persyarafan
Ada respon terhadap rangsangan
Ada respon terhadap rangsangan
Ada respon terhadap rangsangan
Ada respon terhadap rangsangan
Ada respon terhadap rangsangan
10
Sis.muskuloskletal
Tidak ada kelainan
Tidak ada kelainan
Tidak ada kelainan
Tidak ada kelainan
Tidak ada kelainan
11
Sis.Genitalia
Tidak dikaji
Tidak dikaji
Tidak dikaji
Tidak dikaji
Tidak dikaji

1.      Pemeriksaan Fisik data fokus pada Ibu ”LS”
·         Umur kehamilan ibu L 32 minggu
·         Keadaan umum : baik, postur: normal, TTV : TD: 100/70 mmHg, N : 80x/menit, R: 18x/menit, S: 36,5º c, BB : 60 kg, LILA: 25 cm TB : 160 cm.
·         Wajah: tidak ada edema, tidak pucat.
·         Gerakan janin dirasakan 10 x dalam 12 jam
·         Mata: konjungtiva pucat, sklera putih.
·         Mulut dan gigi : bibir lembab, tidak ada karies pada gigi.
·         Leher: tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada pelebaran vena jugularis.
·         Payudara dan aksila: bentuk simetris, puting susu menonol, bersih, tidak ada retraksi, tidak ada pengeluaran kolostrom, tidak ada pembesaran kelenjar limfe di aksila.
·         Abdomen: ada bekas luka operasi, arah pembesaran perut membujur searah sumbu perut ibu. TFU: setengah pusat px. DJJ :11-12-11. Terdapat linea nigra dan striae
·         Anogenital: ibu tidak bersedia diperiksa.
·         Ekstremitas: tidak ada edema di tangan dan kaki, warna kuku kemerahan, tidak ada varises pada kaki, reflek patella +/+.
·         Pemeriksaan penunjang: Hb : 10 gr%.

X.                TIPOLOGI MASALAH
No.
Daftar masalah kesehatan

1.
Ancaman
·   Ny.L mengatakan pernah mengalami persalinan secara SC (secsio cesarea) pada anak ke-2
·   Terlihat ada bekas operasai SC pada abdomen
·   Ibu L mengatakan sering capek dan pusing
·    konjungtiva pucat, sklera putih.
·   Kurangnya pemenuhan zat gizi pada balita (An.S)
·   BB: 8 kg, BB seharusnya : 9 kg,
2.
Kurang/tidak sehat
-
3.
Deficit
Kurangnya pengetahuan keluarga terhadap kehamilan yang dialami ibu L








XI.             ANALISA DATA
No.
Data Subyektif
Data Obyektif
Etiologi
Masalah
1.



















-    Ibu mengeluh cepat lelah.
-    Ibu mengatakan ini kehamilan yang ketiga.
-    HPHT : 3-8- 2009
-    TP : 10-5-2010
-    Ibu mengatakan selama hamil pernah periksa ANC di bidan sebanyak 4x.
-    Imunisasi TT booster tanggal 10-9-2009.
-    Ibu menggunakan metode kontrasepsi pil KB, namun terkadang ibu lupa meminum pil KB secara teratur.
-    Ibu mengatakan kehamilan ini tidak direncanakan namun diterima.

-       Score Puji Rochyati: 6
-       Ibu hamil : 2
-       Jarak kehamilan terlalu dekat : 4
-       KRT (kehamilan resiko tinggi)
Ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
Resiko terjadinya penyulit pada saat persalinan
2.
-  ibu mengatakan ia kurang memberi perhatian kepada anaknya dikarenakan kesibukannya dan kehamilannya.
-  Ibu mengatakan tidak memberi ASI ekslusif pada anaknya karena kehamilan yang tidak direncanakan.
-   Anak “SJ” terlihat rewel dan cengeng.
-   Anak “SJ” terlihat kurus. BB = 7,5 kg
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anaknya yang masih memerlukan perhatian.
Kurangnya pemenuhan gizi yang adekuat.
3.
-  Ibu mengeluh cepat capek dan sering pusing.
-    Ibu mengatakan bekerja sebagai penjahit selama 8 jam, kegiatan lain ialah mengurus rumah tangga dan mengurus 2 orang anak sehingga hal tersebut membuat ibu capek.

-      Konjungtiva pucat, bibir agak pucat, warna kuku jari tangan dan kaki agak pucat.
-      Hb = 10 gr%
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.
Anemia ringan pada kehamilan

XII.          PERUMUSAN MASALAH
  1. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan
  2. Kurangnya pemenuhan gizi yang adekuat.
  3. Anemia ringan pada kehamilan
XIII.       DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Perumusan Diagnosa Keperawatan Keluarga
  1. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
  2. Kurangnya pemenuhan zat gizi yang adekuat berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan ( gizi kurang pada balita )
  3. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

2.      Skala Prioritas Diagnosa
  1. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan erhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah :
Kurang sehat
1
Masalah sudah terjadi, dan sudah terjadi, tetapi tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengancam kesehatan
2
Kemungkinan masalah dapat   diubah : sebagian
1
Keluarga memiliki keinginan untuk mencegah hal tersebut, tapi kehamilan sudah terjadi.
3
Potensi masalah untuk dicegah : tinggi
Apabila ibu rajin minum pil KB, maka kemungkinan kehamilan bisa dicegah
4
Menonjolnya masalah : ada masalah tapi tidak perlu ditangani



                 
1/2
Ibu hamil dengan jarak kehamilan kurang dari 1 tahun
SKORING TOTAL

3 1/2


  1. Kurangnya pemenuhan zat gizi yang advat berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan ( gizi kurang pada balita )
No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah :
Tidak/kurang sehat
1
Masalah sudah terjadi dan sudah dirasakan oleh keluarga tetapi tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengancam kesehatan.
2
Kemungkinan masalah dapat   diubah : sebagian
1
Keluarga memiliki keinginan untuk mengatasi hal tersebut tetapi tidak tahu cara mengubah hal tersebut.
3
Potensi masalah untuk dicegah : tinggi
1
Apabila ibu dapat mengatur jarak kehamilan dan membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga maka masalah tidak akan terjadi.
4
Menonjolnya masalah : masalah tidak dirasakan
0/1



                 
0
Ibu merasa tidak ada masalah dengan anaknya.
SKORING TOTAL

3


  1. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

No
Kriteria
Perhitungan
Skor
Pembenaran
1
Sifat masalah :
Ancaman kesehatan
2/3
Masalah sudah terjadi dan apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan komplikasi pada kehamilan dan persalinan.
2
Kemungkinan masalah dapat   diubah : sebagian
1
Keluarga memiliki keinginan untuk mengatasi hal tersebut tetapi tidak tahu cara mengubah hal tersebut.
3
Potensi masalah untuk dicegah : cukup
Apabila ibu lebih mengontrol kesehatannya, maka masalah tidak akan terjadi
4
Menonjolnya masalah : ada masalah tapi tidak perlu ditangani



                 
1/2
Ibu sudah biasa merasakan hal seperti ini dan ibu hanya menganggap ini sebagai akibat dari kehamilannya.
SKORING TOTAL

2 5/6


3.      Prioritas Masalah
  1. Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
  2. Kurangnya pemenuhan zat gizi yang advat berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan ( gizi kurang pada balita )
  3. Anemia ringan pada kehamilan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

XIV.                      5. PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN
No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Rencana Keperawatan Keluarga
Umum
Khusus
Kriteria
Standar
1
Resiko terjadinya penyulit selama persalinan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil resiko tinggi.
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2 minggu diharapkan keluarga  dapat mencegah terjadinya penyulit pada saat persalinan
Setelah diberikan asuhan selama 30 menit diharapkan :
1.    keluarga mengenal faktor resiko kehamilan resiko tinggi



2.    keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk perawatan kehamilan istrinya.
3.    Keluarga mampu merawat ibu hamil yang beresiko

Kognitif











Afektif








Afektif

Keluarga mampu mengenal pengertian, tanda bahaya, gejala dan faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan resiko tinggi




Keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat



Keluarga dapat memberikan perawatan ibu hamil resiko tinggi
1.    Gali pengetahuan keluarga tentang kehamilan resiko tinggi.
2.    Jelaskan pada keluarga tentang pengertian, tanda bahaya, gejala dan faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan resiko tinggi.
3.    Jelaskan kembali hal-hal yang belum dimengerti
1.   Sarankan KK untuk tetap memeriksakan kehamilan istrinya dengan teratur ke tempat pelayanan kesehatan.



1.     Sarankan kepada KK untuk memberikan perhatian yang lebih kepada ibu.
2.     Beri HE kepada ibu untuk tenang dalam menghadapi masalah.
3.     Anjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan.
4.     Motivasi keluarga untuk datang ke tempat pelayanan kesehatan bila ibu mengalami keluhan
2.
Resiko terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat anaknya yang masih memerlukan perhatian.
Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2 minggu diharapkan pemenuhan nutrisi pada anak dapat dipantau secara optimal.  
Setelah diberikan asuhan selama 30 menit diharapkan :
1. Keluarga mampu mengenal faktor penyebab terjadinya gizi kurang pada anak.
2.    Keluarga dapat mengambil keputusan terhadap perawatan anaknya yang mengalami gizi kurang.
3.    Keluarga dapat merawat anaknya yang mengalami gizi kurang dengan lebih baik.
Kognitif








Afektif






Afektif

Keluarga mampu mengenal pengertian, tanda bahaya, gejala dan faktor yang dapat mempengaruhi gizi kurang pada anak.


Keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat.



Keluarga dapat merawat anaknya yang mengalami gizi kurang.
1.    Gali pengetahuan keluarga tentang gizi kurang.
2.    Jelaskan tentang penyebab, gejala dan dampak yang dapat ditimbulkan dari gizi buruk pada anak.
3.    Jelaskan kembali hal-hal yang belum jelas.

1.    Sarankan KK untuk selalu memantau tumbuh kembang anaknya di pelayanan kesehatan terdekat.


1.    Sarankan kepada KK dan ibu untuk memberi perhatian kepada anak-anaknya dan lebih bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
2.    Sarankan ibu untuk lebih memperhatikan nutrisi yang diberikan bagi keluarganya dan menambah pengetahuan dalam hal  pengolahan makanan agar anak lebih tertarik untuk makan
3.    Anjurkan KK untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
3.
Resiko terjadi penyulit selama kehamilan dan persalinan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat masalah kesehatan yang dialami ibu.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 2 minggu diharapkan keluarga  dapat mencegah terjadinya penyulit pada saat kehamilan dan persalinan
Setelah diberikan asuhan selama 30 menit diharapkan :
1.    keluarga mengenal faktor penyebab, gejala dan dampak dari anemia pada ibu hamil.
2.    keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk perawatan kehamilan istrinya.
3.    Keluarga mampu merawat ibu hamil dengan anemia ringan.

Kognitif








Afektif






Afektif

Keluarga mampu mengenal faktor penyebab, gejala dan dampak dari anemia pada ibu hamil.



Keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat.



Keluarga mampu merawat dan memperbaiki kondisi ibu hamil dengan anemia ringan.
1.    Gali pengetahuan keluarga tentang anemia ringan yang dialami ibu.
2.    Jelaskan pada keluarga tentang pengertian, gejala dan dampak buruk akibat anemia ringan pada ibu.
3.    Jelaskan kembali hal-hal yang belum dimengerti
1.    Sarankan KK untuk tetap memeriksakan kehamilan istrinya dengan teratur ke tempat pelayanan kesehatan.



1.    Sarankan pada KK untuk memberii perhatian yang lebih pada ibu.
2.    Anjurkan ibu untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan.
3.    Anjurkan ibu untuk makan makanan yang sehat dan bergizi.
4.    Anjurkan ibu untuk selalu memeriksakan kehamilannya dan memeriksakan kadar hemoglobin darahnya di pelayanan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar