Rabu, 19 September 2012

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN



ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN

A.TINJAUAN TEORITIS KASUS
1. Pengertiaan
Sifat kepribadian adalah perilaku yang merefleksikan bagaimana orang merasakan. berhubungan, dan berpikir tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya.
Menurut Kurt Schneider,gangguan kepribadian adalah suatu kepribadiaan yang menyukarkan dan merugikan dirinya sendiri dan masyarakat.Gangguan kepribadian ini terjadi secara kontitusional (bukan diperoleh karena penyakit).
Dianggap mengalami gangguan kepribadian hanya jika sifat kepribadian menjadi kaku,  mengalahkan diri sendiri , atau maladaptive dan menyababkan gangguan atau ansietas yang serius. Dengan ganguan kepribadian, pengalaman dan perilaku internal seseorang sangat jelas berbeda dari norma budaya seseorang. Menurut kriteria diagnogstik DSM-IV, pola-pola masalah ditunjukkan dalam dua atau lebih area berikut: kognitif, afektif, fungís interpersonal dan control impuls.
Gangguan biasanya di manifestasikan dalam aktifitas seharí-hari karena perilaku disfungsional hádala sarana yang digunakan untuk berhubungan dengan orang lain dan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

2. Kelompok Gangguan Kepribadian
Menurut DSM-IV gangguan kepribadian di kelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu;
Kelompok A:
-         Gangguan kepribadian paranoid
Ciri utamanya adalah  ketidak percayaan dan kecurigaan yang sangat            besar lepada orang lain.

-         Gangguan kepribadian skizoid
Ciri utamanya adalah pengabaian hubungan interpersonal dan ketidakmampuan untuk mengalami berbagai emosi yang.
-         Gangguankepribadian skizopital
Ciri dasarnya adalah berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan hubungan interpersonal dan distorsi kognitif dan persepsi yang menyebabakan keanehan dalam berbicara, berperilaku, dan berpenampilan.
Kelompok B:
-         Gangguan kepribadian anti social
Ciri utamanya adalah perilaku tidak bertanggung jawab dan asosial, termasuk tidak menghargai hak-hak orang lain.
-         Gangguan kepribadian ambang
Ciri utamanya adalah ditandai dengan ketidak stabilan dalam dalam hubungan interpersonal, konsep diri, dan alam perasaan sebagai statu reaksi terhadap ketakutan atas pengabaian yang nyata atau imajinasi.
-         Gangguan kepribadian histrionic
Karakteristik gangguan ini adalah perilaku mencari perhatian yang Sangat dramatis yang dimulai pada awal usia dewasa.
-         Gangguan kepribadian narsisistik
Karakteristik utamanya adalah rasa yang berlebihan bahwa dirinya Sangat    penting
Kelompok C:
-         Gangguan kepribadiaan menghindar
Ciri primer dari gangguan ini adalah perasaan ketidaknyamanan social yang pervasif dan repetitif (berulang), perilaku tidak berani, dan sensitivitas akut, yang tidak normal terhadap berbagai kritik.



-         Gangguan kepribadian dependen
Ciri primernya adalah kebutuhan yang menyeluruh dan berlebihan untuk selalu diurus oleh orang lain dan perilaku tunduk atau patuh dan dependen pada orang-orang yang dianggap sebagai sumber asuhan.
-         Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif
Ciri primernya adalah seseorang terokupasi (sibuk memikirkan) dengan peraturan, undang-undang dan kesempurnaan.
Dalam makalah ini yang lebih divas adalah gangguan kepribadian antisocial dimana prevalensi lebih tinggi pada pria  (dengan awitan di masa kecil) daripada wanita (dengan awitan masa pubertas).riwayat atau gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun dengan perilaku antisosial terjadi sejak usia 15 dan biasanya menghilang estela usia 30, saat individu tampak “mellow-out” 

3. Strategi Komunikasi
·        Strategi komunikasi untuk klien gangguan kepribadian kelompok A
a.      Buat pernyataan yang menguatkan realita
b.      Batasi diskusi pada topik yang konkret dan sudah dikenal klien
c.      Gunakan pesan-pesan yang yang jelas dan sederhana untuk mencegah kesalahan interpretasi mengenai kata atau frase
d.      Jangan berusaha memberi pemikiran logis untuk melawan pernyataan atau perilaku klien yang tidak sesuai
e.      Pertahankan posisi yang tidak defensif ketika klien menyatakan rasa marah atau membuat pernyataan yang bersifat memusuhi
f.       Diskusikan topik-topik yang controversial, hindari isu-isu seperti agama dan politik
g.      Jangan menggunakan humor
h.      Akui kesulitan-kesulitan praktis
i.        Akui rasa sakit dan rasa takut yang dialami klien
j.        Jangan berfokus pada interaksi persepsi yang kacau
k.      Beri ketenangan secara lembut jira persepsi-persepsi tersebut membuatnya takut
l.         Jangan sentuh klien
m.    Tarima semua perasaan klien baik yang positif maupun yang negatif
n.      Bantu klien mengalikan energi dalam cara yang sesuai

·        Strategi komunikasi untuk klien gangguan kepribadian kelompok B
a.      Jangan berargumentasi, melakukan tawar menawar, atau merasionalisasi
b.      Teteap tenang, dan tetap menahan diri dari respon emocional terhadap provokasi atau manipulasi yang dilakukan klien
c.      Komunikasi pengharapan lepada klien
d.      Hindari perlawana yang kyat
e.      Bantu klien mengidentifikasi kekuatan pribadi
f.       Minta klien memfokuskan pada pikiran dan perasaan yang ada di balik tindakan destruktifnya
g.      Tunjukkan ketertarikan yang serius dan konsisten pada hal-hal yang menjadi kekhawatiran klien
h.      Lawan perilaku tidak sesuai yang mungkin muncul karena rasa takut atau salah paham terhadap peristiwa-peristiwa eksternal
i.        Lawan perilaku klien dalam mencari perhatian yang tidak sesuai
j.        Beri umpan balik yang positif
k.      Bantu klien mengidentifikasiakn dan mengatasi isu-isu yang ada dibalik perasaan yang kyat
l.        Bantu klien untuk tetap berfokus pada topik diskusi
m.    Interpretasikan penggunaaan rasionalisasi untuk menjelaskan masalah
n.      Jelaskan ketika klien bersikap rendah hati
o.      Diskusikan sikap superioritas klien
p.      Bantu klien mengatasi perasaan terhina
q.      Eksplorasi cara-cara untuk menoleransi ansietas
                                         
·        Strategi komunikasi untuk klien gangguan kepribadian kelompok C
a.      Dorong klien untuk mengkaji akibat dari isolasi social yang diinduksi oleh diri sendiri
b.      Bantu klien mengeksplorasi bagaimana kesalahan interpretasi dari percatan dan tindakan orang lain.      
c.      Diskusikan dan contohkan perilaku asertif
d.      Dorong klien untuk mengenali depresi, rasa kesepian, atau ansietas
e.      Bersama klien berupaya untuk mengungkapkan perasaan
f.       Dorong klien untuk mengingat dan mendiskusikan partisipasi masa lalu
g.      Bantu klien berfokus pada perasaan sebagai upaya untuk menurunkan preokupasi umum yang mendetil
h.      Bicarakan dengan klien mengenai rencana untuk membantu menurunkan interval waktu antara perilaku kompulsif
i.        Diskusikan dengan klien tentang cara untuk menjadi fleksibel
j.        Minta klien mengeksplorasi cara untuk bersenang-senang

4. Terapi
Gangguan kepribadiaan yang kita bahas dalam makalah ini adalah gangguan kepribadain anti social.Klien penderita gannguan kepribadiaan ini biasanya tidak menjalani terapi karena gangguan primer yang mereka derita.
Terapi Individu
§  Bina hubungan saling percata
§  Bersama klien buat statu rencana keselamatan yang dapat mencegah klien melakukan tindakan dan implas yang agresif
§  Bersama klien berupaya untuk menghentikan perilaku merusak diri dengan cara membantu klien mengidentifikasi apa yang menjadi pemicu perilaku berbahaya
§  Buat rencana perawatan terstruktur yang berfokus pada konsistensi perilaku
§  Lakukan bermain peran bersama klien mengenai berbagai cara yang tepat untuk meminta bantuan dari orang lain
§  Bersama klien berupaya melihat melihat akibat dari perilaku yang tidak dapat diterima
§  Bantu klien untuk membuat dan menggunakan sebuah sistem pendukung
§  Bantu klien mengembangkan keterampilan untuk adaptasi social

Pengobatan
Obat-obatan hanya digunakan untuk menangani gejala.Banyak klien penderita gangguan kepribadian antisocial dan ambang yang menjadi kecanduan obat-obatan.
§  Jira klien menunjukkan sikap permusuhan,disorganisasi hebat,atau pemikiran paranoia atau mempunyai beberapa periode berpikir psikotik, obat-obatan antipsikotik boleh diberikan.
§  Untuk depresi hebat, obat-obatan antidepresan, seperti trisiklik, serotonin reuptake inhibitor, dan inhibitor monoamin oxidase, boleh digunakan
§  Jira klien mempunyai karakteristik bipolar, litium dapat diberikan.





                                                      4

B. TINJAUAN TEORITIS ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP)  
     GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL

1. PENGKAJIAN
Yang dikaji pada klien gangguan ini adalah:
·        Sirkulasi ;denyut jantungnya di periksa untuk menginterpretasi stres.
·        Integritas ego ;kurang motivasi untuk berubah,
·        Neorisensoris ;status mental (kepribadiaan tampak mengaggumkan,menarik,dan biasanya pandai),alam perasaan (alam perasaan mungkin dalam rentang mengaggumkan dan menyenangkan sampai marah yang Sangat),afek (reaksi emosi mungkin mungkin aneh dan ekstrem,dengan kurangnya perhatian pada perasaan orang lain, proses pikir (klien terobsesi dengan minatnya sendiri dan ekspresi berlebihan.
·        Keamanan ;mengalami tingkat bangkitan otonomik rendah, berani mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain,mungkin tidak memiliki tempat tingla.
·        Seksualitas ;menunjukkan perilaku seksual terlalu awal, agresif
·        Interaksi social ;keluarga mungkin mengalami disfungsi dengan interaksi positif yang sedikit,menunjukkan perilaku antisocial kronis yang tidak sesuai dengan sistem nilai masyarakat umum,berulang melakukan kekerasan terhadap hak-hak orang lain tanpa penyesalan, menolak autoritas.

Ø  Keluhan utama
Biasanya klien menunjukkan gejala-gejala kecemasan, percobaan bunuh diri, merasa tidak bersalah,selalu berbohong dan manipulasi,riwayat pekerjaan dan pernikahannya jelek,menunjukkan pelanggaran hukum yang berulang-ulang,suka berkelahi.

Ø  Predisposisi
Adapun predisposisi dari gangguan ini adalah
a.      Orang tua tidak disiplin(pengajaran atau binbingan)
b.      Ekonomi rendah (Sangat miskin)
c.      Besar tanpa figur orang tua baik ayah ataupu ibu
d.      Pindah dari rumah
e.      Selalu terselamatkan dalam kesulitan (tidak pernah merasa tenderita akibat perilakunya)
f.       Deprivasi maternal
Ø  Presipitasi
Factor biologis, genetik dan teman yang menghindar.
Ø  Masalah dan Pohon Masalah
Analisa data :
Data subyektif :klien biasanya mengatakan mudah jengkel,cepat tersinggung, merusak lingkungan, dan tidak pernah menyesal dengan tindakan yang telah dilakukan.

Data obyektif :klien tampak agresif,suka berbohong dan mencuri,melakukan tindakan criminal,mencederai diri dan lingkungan,tidak mematuhi norma-norma social, dijauhi semua orang.



Masalah:-menarik diri dari lingkungan sosial
              -gangguan harga diri
              - percobaan melukai diri sendiri dan orang lain
              -tidak adanya koping individu maupun keluarga


                                       Pohon Masalah

 

perilaku kekerasan                        resiko mencederai diri dan oranglain


 
                                                                    koping individu inefektif                   
 
  menarik diri                                                     

                                                                     koping keluarga inefektif


 



 harga diri rendah kronik



2.  DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Harga diri rendah berhubungan dengan menarik diri
2.      Resiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain b/d perilaku kekerasan
 

3. RENCANA INTERVENSI DAN RASIONAL
I.        Harga diri rendah b/d menarik diri
Tujuan jangka panjang: klien mengekspresikan perasaan dan ketakutannya
Tujuan jangka pendek : klien mengidentifikasikan dan mendiskusikan aspek diri yang positif.

II.     Resiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain b/d perilaku kekerasan
Tujuan :
- klien melaporkan ketiadaan perilaku atau pikiran merusak diri
- klien menyatakan keinginannya melukai diri sendiri atau orang lain     tetapi tidak melukainya.











NO DIAGNOSA
INTERVENSI
RASIONAL
       I
Harga diri rendah b/d menarik diri
Intervenís janka panjang:

-dorong klien untuk membicarakan situasi yang menimbulkan perasaan tidak nyaman.


-dorong klien untuk mendiskusikan ketakutan gagal dan aspek-aspek diri sendiri yang dipikir tidak diinginkan.

-dorong klien untuk membuat rencana spesifik untuk mengubah perilaku disfungsional atau menyelesaikan masalah.




-bantu klien menyusun rencana untuk menangani situasi spesifik yang menimbulkan perasaan-perasaan negatif atau takut gagal.

Intervenís jangka pendek:
-dorong klien untuk melihat kekuatan, pencapaian di masa lalu dan potensi masa depan.

-minta klien membuat tujuan yang realistis dan berupaya untuk mencapainya.





-sarankan klien untuk mempunyai sebuah jumlah mengenai pengalaman harian dan mengidentifikasi perasaaan –perasaan yang berhubingan dengan pengalaman tersebut.


-mengakui perasaan negatif atau masalah yang tidak terpecahkan dapat membantu klien mengatasi isu-isu yang menjadi perhatiannya.

-eksplorasi diri dapat menyediakan daya tilik terhadap area permasalahan dan mengidentifikasikan isu-isu yang tidak terpecahkan di masa lalu.

-klien mungkin mempunyai keterbatasan kemampuan untuk menyusun strategi mengubah perilaku disfungsional atau mungkin tidak mampu melihat cara-cara alternatif untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan.

-dengan perencanaan situasional untuk melakukan tugas baru, klien dapat melihat bahwa beberapa tindakan dapat diambil untuk menghasilkan konsekuensi yang positif.


-identifikasi aspek positf dalam diri memulai membangun harga diri.

-pencapaian tujuan meningkatkan kepercayaan diri.dorong klien untuk mengungkapkan tujuan mana yang realistis sehingga mencegah kehilangan harga diri yang dapat terjadi jika tujuan-tujuan ini tidak dipenuhi.
-membuat sebuah jornal membantu klien melihat pola-pola berulang yang dapat diubah dan juga
membantu mengatasi situasi stres yang bermasalah.










 II
Resiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain b/d perilaku kekerasan

-bangun lingkungan yang aman dengan menyingkirkan semua benda-benda yang mungkin berbahaya bagi klien dan lingkungannya.

-buat lingkungan klien menjadi tenang dan tidak bersifat merangsang.


-dorong klien untuk menyatakan perasaan agresifnya.


-bantu klien mengungkapkan asal mula rasa marah dan rasa sakit.





-minta klien membuat sebiah perjanjian sehingga perawat atau profesional kesehatan jira lainnya diberitahu tentang hasrat klien untuk melakukan tindakan kekerasan.


-bantu klien mengidentifikasikan kebiasaan dan perilaku berbicara sendiri yang biasanya disertai rasa marah dan peningkatan ansietas.
-keamanan adalah prioritas utama bagi klien yang cendrung merusak.



-sebuah lingkungan yang tenang dan tidak merangsang mengurangi perilaku agresif klien.

-verbalisasi perasaan marah membantu klien bersentuhan dengan situasi yang menyakitkan.

-sering kali orang yang agresif salah menempatkan perasaan negatif nya kedalam situasi yang tidak berhubungan daripada merasakan rasa marahnya secara sadar pada cedera yang sebenarnya sudah terjadi.

-sebuah kontrak membantu klien mengatasi perasaan tidak terkendali dan menghilangkankecendrungan untuk terlibat dalam perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain.

-identifikasi isyarat distres dapat menjadi sebuah meknisme peringatan untuk mencegah tindakan klien ,sehingga memfasilitasi intervensi keperawatan yang tepat dan segera.

4. EVALUASI
§  klien tidak menunjukkan perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain
§  klien dapat mengekspresikan perasaan dan ketakutannya.
§  Hubungan saling percaya terbina
§  Harga diri meningkat
§  Klien mampu membatasi perilaku agresif




C. PENUTUP
1. Kesimpulan
            Jadi, kepribadian itu sendiri adalah ekspresi keluar mengenai pengetahuan serta perasaan yang dialami secara subyektif oleh seseorang dan ekspresi keluar yang dapat diamati ini dapat menunjuk pada keseluruhan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang sering digunakan oleh orang itu dalam usaha penyesuaian diri yang terus-menerus dalam hidupnya sehingga ia dapat dikenal dari polanya itu.
           Gangguan kepribadiaan itu sendiri ada bermacam-macam diantaranya; gangguan kepribadian paraniod, gangguan kepribadiaan skizoid, ganngguan kepribadian skizopital, gangguan kepribadian antisocial, gangguan kepribadain ambang, gangguan kepribadian histriónik, gangguan kepribadian narsisistik, gangguan kepribadiaan menghindar, gangguan kepribadian dependen, gangguan kepribadian obsesif-kompulsif.
            Asuhan keperawatan yang diperlukan juga dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan.Asuhan keperawatan difokuskan pada prioritas masalah yang membutuhkan penanganan yang itensif seperti gangguan harga diri dan resiko perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain yang timbul dari gangguan kepribadian antisocial.
          Terpi yang digunakan selain dari pada terapi individual yang berlangsung lama, ada   baiknya klien dimasukkan ke dalam terapi kelompok sehingga ia dapat relajar cara-cara baru mengenai hubungan antara manusia.ia memerlukan model atau contoh yang dari padanya dapat ditarik pelajaran.ia memerlukan juga orang-orang yang dengannya dapat dilakukan identifikasi serta orang-orang yang secara tepat dapat memberi umpan-balik kepadanya tentang akibat perilakunya pada orang lain.  

2. Saran
         Kepada tenaga kesehatan pada umumnya dan rekan-rekan perawat khususnya hendaknya lebih memahami lagi gangguan kepribadian itu sendiri baik dari jenis-jenis gangguan kepribadiannya, gejala-gejalanya,maupun masalah-masalah yang ditimbulkan dari gangguan tersebut sehingga kita dapat memberikan asuhan keperawatan yang cepat, tepat dan segera kepada klien dengan kasus tersebut. Kita tidak hanya memberikan pengetahuan kepada klien tetapi kita juga harus lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kita sendiri sebagai tenaga kesehatan untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang akan diberikan. Pengetahuan dan kecerdasan merupakan unsur-unsur penting dalam seseorang, akan tetapi pengetahuan dan kecerdasan saja tidaklah cukup, sebab orang yang paling pandai kadang-kadang bisa jahat dan dapat mempergunakan kelebihannya untuk tujuan merusak, mula-mula dirinya sendiri, kemudian orang lain.
                              















KATA PENGANTAR


                Segala puji bagi Tuhan semesta alam yang melimpahkan Ramat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN “ tepat pada waktunya. semuanya tidak terlepas dari partisipasi dan kerjasama rekan semuanya, tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih lepada pembimbing mata kuliah keperawatan jira dan literatur-literatur yang kami jadikan acuan.
                   Kami menyadari makalah yang telah kami susun ini terdapat banyak sekali kekurangan dan kesalahannya,karena itu kami sebagai penyusun meminta maaf dan mengharapkan masukan, kritik, dan saran dari pembaca sekalian guna kesempurnaan makalah ini, sebab kesempurnaan itu aníllala milik ALLAH SWT.




                                                                                     Mataram,13 April 2009


                                                                                               Penyusun









DAFTAR PUSTAKA


Doengoues. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan Psikatri.  Jakarta: EGC
Linda carman Copel.2007. kesehatan jiwa dan psikiatri. Jakarta:EGC
Nanda, Nursing. Diagnosa : definisien and clasivikasi. 2005-2006 Nanda internasional, Philadelphia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar