Rabu, 19 September 2012

PENATALAKSANAAN PASIEN KOMA KETOASIDOSIS DIABETIK

PENATALAKSANAAN PASIEN KOMA KETOASIDOSIS DIABETIK
Kirimkan segera ke UGD untuk rawat intensif
  1. Terapi harus dimulai dengan segera jika diagnosis telah pasti.
  2. Ambil darah untuk pemeriksaan cito parameter yang diatas.
  3. Pasang infus lini,  lebih baik juga digunakan dengan kateter vena (jika tersedia) untuk mengukur tekanan vena sentral untuk memudahkan pemberian cairan dan terapi lainnya.
  4. Gunakan lembar tindakan Khusus Semua tindakan, hasil test urine dan laboratorium lainnya, masukkan cairan, curah urine, dan tanda-tanda vital dan perkembangan pasien harus dicatat  oleh perawat secara kronologis dalam lembar tindakan khusus tersebut.
  5. Hindari kateterisasi jika tidak sangat diperlukan. Jika diperlukan gunakan satu kateter saja. Jika terpaksa digunakan kateter dauer, maka berikan antibiotik urinari.
  6. Pasang NGT (nasogastrik tube), jika pasien koma dan kembung.
  7. Periksa pasien lebih lanjut untuk mencari kemungkinan adanya penyakit pencetus jika terapi ketoasidosis diabetik telah dilakukan dengan baik.
  8. Hitung Osmolalitas Serum dan Anion Gap dengan rumus
OSM efektif = [2 x Na terukur (mEq/l)] + [KGD (mg/dl)/18] ]
Anion Gap = [(Na terkoreksi +K) + (Cl+HCO3) – 17] mEq/l.
Tindakan terapi
Atasi dehidrasi dengan pemberian cairan NaCl 0,9% atau 0,45%  jika osmolalitas serum tinggi
30 menit pertama sebanyak 1000 ml (250 tetes/menit)
30 menit kedua sampai keempat  sebanyak 500 ml/30 menit.,
Jam ketiga dan keempat 500 ml/jam.
dokter jaga harus menilai keadaan klinis pasien untuk menentukan jumlah dan kecepatan tetesan cairan yang diperlukan pasien.
Atasi asidosis metabolik dengan gangguan keseimbangan elektrolit yang ditemukan
Jika pH darah < 7,00, hipotensi, atau keadaan pasien sakit berat, berikan bikarbonat: satu ampul meylon (50 mEq/l) masukkan ke dalam 100 ml NaCl 0,45% IV sampai pH darah mencapai 7,00. Selanjutnya 1 ampul Meylon 1000 ml NaCl 0,45% diberikan perlahan-lahan sampai pH mencapai 7,2 atau lebih. Kemudian kecepatan tetesan diturunkan.
Pantau pernafasan Kussmaul: menghilang jika asidosis teratasi.
Perhatikan kemungkinan terjadinya edema otak (kesadaran membaik, kemudian mundur lagi)
Berikan insulin reguler atau Actrapid atau Humulin netral (insulin jernih).
Dosis awal 20 Unit atau 0,3 U/kg BB. IV atau IM (tidak boleh jika pasien hipotensi).
Berikan [50 U + NaCl 0,9%] dengan tetesan 12 – 14 tetes per menit
Pantau KGD setiap jam: jika KGD mencapai 250 mg.dl stop infus insulin (umumnya pasien mulai sadar)
Pantau pH atau kadar bikarbonat serum, dan kadar  K + setiap 2 jam.
Laporkan hasil dan perkembangan penyakit pasien kepada dokter jaga.
Berikan antibiotik yang sesuai, jika ada kecurigaan terhadap infeksi sebagai pencetus terjadinya koma ketoasidosis diabetik.
Follow-up
Umumnya KGD mencapai 200-300 mg/dl dalam 6-8 jam terapi dan pasien akan keluar dari status asidosis dalam 12 jam terapi.
Jika pasien telah tidak mual, berikan makanan cair berangsur ke padat.
Berikan insulin untuk beberapa hari pasca terapi asidosis. Penentuan dosis insulin harian dapat menggunakan sliding scale atau perhitungan drip insulin 6-8 jam saat gula darah stabil.  Mungkin diperlukan tambahan insulin reguler (Actrapid atau HumulinR) untuk beberapa hari pertama, sebelum makan dengan dosis tergantung pada hasil KGD.
Beri Penyuluhan pasien sebelum keluar (pulang) dari ruang rawat tentang pencegahan ketoasidosis,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar