Rabu, 19 September 2012

ASUHAN DALAM PROSES KEPERAWATAN DENGAN MASALAH MOBILISASI DAN BODY ALIGMENT




  1. Konsep keseimbangan body alignment (postur tubuh)
Body alignment merupakan susunan geometri dari bagian bagian tubuh yang berhubungan dengan bagian tubuh yang lain. Bagian yang di pelajari dari body alignment adalah persenian, tendon, ligament, dan otot. Postur tubuh yang baik dapat meningkat fungsi tangna dengan baik, mengurangi jumlah energi yang digunakan, memperhatikan keseimbangan, mengurangi kecelakaan, memperluas ekspansi paru, dan meningkatkan sirkulasi baik renal maupun gastrointestinal. Untuk mendapatkan postur tubuh yang benar terdapat beberapa konsep yang perlu di perhatikan diantaranya :
1.      Keseimbangan dapat di pertahankan jika garis grapitasi melewati garis pusat grapitasi dan dasar tumpuan
2.      Jika dasar tumpuan lebih luas dan pusat grapitasi lebih rendah, kestabilan dan keseimbangan akan lebih besar
3.      Jika garis grapitasi berada di luar pusat dasar tumpuan energi akan dapat di gunakan untuk keseimbangan
4.      Perubahan dari posisi tubuh membantu mencegah ketidak nyamanan otot.
5.      Memperkuat otot yang lemah dapat membantu mencegah kekuatan otot dan legamen
6.      Posisi dan aktifitas yang bervariasi dapat membantu mempertahankan otot serta mencegah kelelahan

  1. Mobilisasi
Mobilitas adl kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah, teratur dan mempunyai tujuan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehat.
Jenis mobilisasi yaitu :
1.      Mobilisasi penuh merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara penuh dan bebas sehingga dapat menjalankan intraksi social dan menjalankan aktipitas sehari hari
2.      Mobilisasi sebagian merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak dengan batasan yang jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena di pengaruhi oleh syarap motorik dan sensorik area tubuh. Mobilisasi sebagian dibagi menjadi 2  yaitu ;
o   Mobilisasi sebagian temporal adalah;  kemampuan individu untuk bergerak    dengan batasn yang sifat sementara , contoh dislokasi sendi dan tulang.
o   Mobilisasi sebagian permanent merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasn yang sifat menetap. Contoh terjadi hemiplegia karena struk.





Faktor yg mempengaruhi Mobilitas
1.      Gaya Hidup
2.      Ketidakmampuan
3.      Tingkat energi
4.      Usia
5.      kebudayaan

Faktor factor yang mempengaruhi postur tubuh ( body alignment)
    1. Status kesehatan
Perubahan status kesehatan dapat menimbulkan keadaan yang optimal pada orang atau bagian tubuh yang mengalami kelelahan dan kelemahan sehinggga dapat mempengaruhi  postur.
    1. Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan untuk menghasilkan energi yang digunakan proses pengaturan keseimbangan organ, otot ,tendon , ligament,dan persendian.
    1. Emosi
Emosi dapat menyebabkan  kurangnya kendali dalam keseimbangan tubuh. Hal tersebut mempengaruhi proses koordinasi pada otot, ligament, sendi dan tulang.
    1. Gaya hidup
Perilaku gaya hidup dapat membuat seseorang menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi buruk.
    1. Perilaku  dan nilai
Adanya perubahan perilaku dan nilai seseorang dapat mempengaruhi postur.
  1. peran system skeletal, muscular, dan syaraf dalam pengaturan pergerakan
    1. tulang
tulang memiliki  berbagai macam fungsi mekanis, yaitu funsi mekanis untuk mekanis untuk membentuk rangka dan melekat berbagai otot. Terdapat tiga jenis tulang yaitu tulang pipih, kuboid, dan tulang panjang.
    1. Otot dan tendon
Otot memilki kemampuan berkontraksi yang memungkiinkan tubuh untuk bergerak sesuai dengan keinginan. Otot memiliki origio dan insrsi tulang, serta di hubungkan dengan tulang melalui tendon.
    1. Ligamen
Ligament merupakan yang menghubungkan tulang dengan tulang., oloeh karena itu jika terputus akan mengakibatkan ketidakstabilan
d.      Sendi
Sendi merupakan dua atau lebih ujung tulang bertemu.
    1. sistem saraf
system saraf terdiri atas system saraf pusat dan system saraf sendi. Setiap saraf memiliki bagain somatic dan otonom.



  1. Elemen dasar body mekanik
Mekanika tubuh adalah usaha koordasi dari muskulus skeletal dan system saraf untuyk mempertahan keseimbangan yang tetap. Mekanika tubuh mrupakan cara menggunakan tubuh secara efe sien ,tidak banyak mengeluarkan tenaga, terkoordanasi serta aman dalam menggerakan dan memperthankan keseimbangan.

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam mekanika tubh ;
1)      Gravitasi
Terddapat 3 fakor yang harus diperhatikan dalam gravitasi :
o   Pusat gravitasi
o   Garis gravittasi
o    Dasar tumpuan

2.      Keseimbangan
 Keseimbangn dalam menggunakn mekanika tubuh di capai dengan cara memprtahankan posoisi garis gravitasi diantara pusat graviitasi dan tumpuan.

3.      Berat
Prgerakan dasr dalam mekanika tubuh yaitu ;
o                              Gerakan
o                              Menahan
o                              Menarik
o                              Mengangkat
o      Memutar

  1. Faktor factor yang mepengaruhi body mekanik
1.                                                                                                      Status kesehatan
Perubahan status kesehatan dapat mempengaruhi system muskuluskeletal  dan system syaraf berupa koordinasi. Perubahan tersebut dapat di sebabkan oleh penyakit, berkurangnya kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari hari dan lain lain
2.                                                                                                      Nutrisi
Salah satu fungsi nutrisi bagi tubuh adalah membantu pertumbuhan tulang dan perbaikan sel. Kekurangan nutrisi bagi tubuh dapat menyebabkan kelemahan otot dan memudahkan terjadinya penyakit.
3.                                                                                                      Emosi
Kondisi psikologis seseorang dapat memudahkan perubahan prilaku yang dapat menurunkan mekanika tubuh dan ambulasi yang baik. Seseorang yang mengalami tidak aman, tidak bersemangat dan harga diri rendah, akan mudah mengalami perubahan mekanika tubuh.
4.                                                            Situasi dan kebiasaan
Situasi dan kebiasaan yang di lakukan seseorang, misalnya sering mengangkat benda benda berat akan menyebabkan perubahan mekanika tubuh


5.                                                             Gaya hidup
Perubahan pola hidup seseorang dapat menyebabkan stress dan kemungkinan besar akan menimbulkan kecerobohan dalam beraktivitas, sehingga dapt mengganggu koordinasi antara system muskuluskeletal dan neurology, yang akhirnya akan mengakibatkan perubahan mekanika tubuh
6.                                                            Pengetahuan
Pengetahuan yang baik terhadap penggunaan mekanika tubuh akan mendorongseseorang untuk mempergunakannya dengan benar.
Sehingga mengurangi tenaga yang di keluarkan.  Sebaliknya, pengetahuan yang kurang memadai dalam penggunaan mekanika tubuh akan menjadikan seseorang beresiko mengalami gangguan koordinasi system neurology dan muskuluskeletal.

  1. Perubahan fisiologi dan psikososial akibat mobilitas, dan imobilitas.
Dampak dari imobilitas dalam tubuh dapat mempengaruhi system tubuh seperti pada metabolisme tubuh, ketidak seimbangan cairan dan elektrolit, gangguan dalam kebutuhan nutrisi, gangguan fungsi gastrointestinal, perubahan system pernapasan, perubahan kardiovaskuler, perubahan system muskuluskeletal, perubahan kulit, perubahan eliminasi (buang air besar dan kecil), dan perubahan prilaku. Dan dari segi psikososial seperti keadaan stress berat.

  1. ROM

u Active ROM
     Klien menggerakkan tiap sendi dalam tubuh melalui gerakan komplit
     Secara maximal mengencangkan semua otot
     Meningkatkan kekuatan ketahanan otot
     Membantu mempertahankan fungsi cardiorespirasi


u         Passive ROM
     Orang lain membantu menggerakkan setiap sendi klien melalui gerakan komplit
     Dilaksanakan 2 X sehari

KONSEP DASAR TENTANG IMOBILITAS
3 Alasan dari Imobilitas
1.  Pembatasan gerak yang sifatnya terapeutik
            2. Pembatasan yang tidak dapat dihindari karena ketidakmampuan primer
3.      Pembatasan secara otomatis sampai dengan gaya hidup








ASUHAN  DALAM  PROSES  KEPERAWATAN  DENGAN  MASALAH MOBILISASI  DAN BODY ALIGMENT

1.      Pengkajian
 Pengkajian masalah Imobilitas
  1. Sistem Muskuloskeletal
  2. Sistem CV
  3. Sistem respirasi
  4. Metabolisme dan Nutrisi
  5. Sistem urinary
  6. Eliminasi fecal
  7. Sistem integumen
  8. Sistem neurosensory
  9. psikologis

Pengkajian dalam fungsi motorik antaara lain pada tangan dan kaki, kaki kanan dan kiri untuk menilai adanya kelemahan, kekuatan dan apatis ;
*       kemampuan mobilisasi
*      Kemampuan rentang gerak
*       Kekuataan otot dan gangguan koordinasi
*                              Perubahan psikologi

2.      Diagnosa  dalam keperawatan
Diagnosa keperawatan NANDA

1.      Intoleransi aktifitas b.d
      - kesejajaran tubuh yg buruk
      - penurunan mobilisasi
2.      Resiko cedera b.d
       Diagnosa keperawatan NANDA -  ketidak tepatan mekanika tubuh
      - ketidak tepatan posisi
      - ketidak tepatan teknik pemindahan
  1. Hambatan mobilisasi fisik b.d
      - penurunan rentang gerak
      - tirah baring
      - penurunan kekuatan                                                                          
                 
Diagnosa mobilitas
·         Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan trauma tulang belakang dan fraktur
·         Resiko cedera berhubungan dengan ortostatik pneumonia
·         Tidak efetivitas pola makan berhubungan dengan penurunan ekspansi paru
·         Retensi urine berhubungan dengan mobilitas fisik
·         Perubahan nutrisi berhubungan dengan menurunnya nafsu makan


  1. Perencanaan keperawatan
    • Meningkatkan kekuatan, ketahanan otot dan fleksibilitas sendi
    • Meningkatkan fungsi kardiovaskular
    • Meningkatkan respirasi
    • Meningkatkan fungsi gastrointestinal
    • Meningkatkan fungsi perkemihan
    • Memperbaiki gangguan fisiologi

  1. Pelaksanaan keperawatan
    • Pengaturan posisi tubuh sesuai dengan kebutuhan pasien :
1.      Posisi fowler
2.      Posisi semifowler
3.      Posisi trendelenburg
4.      Posisi dorsal recumbent
5.      Posisi litotomi
6.      Posisi genu pectoral
·         Latihan ROOM pasif dan aktif
1.      Fleksi dan ekstensi siku
2.      Pronasi dan supinasi
3.      Pronasi fleksi bahu
4.      Abduksi dan adusi
5.      Rotasi bahu

  1. Evaluasi keperawatan
Evaluasi yang di harapkan dari tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan mobilisasi adalah sebagai berikut :
    • Peningkatan fungsi system tubuh
    • Peningkatan kekuatan dan ketahanan otot
    • Peningkatan fleksibelitas sendi
    • Peningkatan fungsi motorik, perasaan nyaman pada pasien dan ekspresi pasien dan ekspresi pasien dengan adanya keceriaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar